Seru-Seruan Di Bangkok

Gimana kabar kalian? Sudahkan liburan? karena menurut survey opini netizen katanya liburan dapat menyehatkan pikiran tetapi dapat menyakiti dompet sesudahnya 🤣. Tetapi apabila kita semua sudah merencankan segala sesuatunya dengan baik dari tujuan wisata, waktu, dan biayanya sudah disiapkan dari jauh-jauh hari, Insya\nallah liburan akan menyenangkan.

Bercerita tentang liburan, tahun ini outing divisi kantor saya bernaung mencari secercah rezeki mendapatkan izin dari alam semesta untuk dapat melangkah lebih jauh di banding tahun lalu ketika ke Kuala Lumpur, tahun ini pilihan jatuh ke kota Bangkok di Thailand. “Wah mewah yah ke luar negri mulu outingnya”, mungkin kalimat itu yang terlintas di pikiran rekan kerja yang beda divisi ketika melihat tujuan outing divisi saya, tetapi jangan salah dulu karena perencanaan sudah di lakukan setahun sebelumnya dan semua peserta menyicil biaya setiap bulan sehingga tidak memberatkan.

Mendengar cukup banyak cerita tentang Bangkok dari pengalaman teman yang pernah ke sana, seperti makanannya yang enak dan beragam, dan bahkan unik seperti gorengan serangga, harga barang-barang yang murah, dan wisata kuil, tetapi tentu saja tetap panas cuacanya seperti Jakarta. Mau tau tentang perjalanan saya, yuk mari disimak.

Keberangkatan kita pada hari sabtu pesawat jam 6:30 pagi, dan sampai di kota Bangkok sekitar jam 9:30, perjalanan kurang lebih 3.5 jam di udara. Berhubung ittenary nya hanya di kota Bangkok, kita hanya memfokuskan kepada wisata kuil dan tempat perbelanjaan. Hari pertama ketika mendarat kita sudah di sambut oleh driver yang diluar dugaan saya, dia sangat lancar berbicara bahasa indonesia, saking penasaranya saya pun bertanya, ternyata beliau mengikuti les berbahasa indonesia selama lima bulan, wah hebat yah orang-orang yang berkecimpung di dunia pariwisata Thailand.

Chatuchak Weekend Market

Destinasi pertama kita jatuh pada pasar Chatuchak yang hanya ada pada akhir minggu saja, di sini tempatnya benar-benar luas dan ramai, dan suasananya walaupun panas tapi seru karena semua wisatawan kota bangkok seperti dituang ke Chatuchak, segala jenis wisatawan ada semua bule asia, eropa, afrika, atau amerika, pokoknya lengkap. Disini saya penasaran dan saya mencoba mengelilingi keseluruhan pasar, dan alhasil kaki pegal dan gerah karena memang luas sekali.

Di sini saya sempat mencoba cemilan yang terkenal dari negri gajah ini, yaitu mango sticky rice dan coconut ice cream yang super segar, seperti ini nih penampakannya.

Mango Sticky Rice

Coconut Ice Cream

Wat Pho

Selesai keliling Chatuchak kami semua meluncur ke patung budha emas yang tiduran di Wat Pho, seingat saya masuk ke sini tidak di perbolehkan celana yang benar-benar pendek, tetapi misalkan celana pendek selutut masih boleh, karena teman saya ada yang menggunakan celana pendek selutut di perbolehkan masuk. Disini pandangan kita disuguhi temple patung budha yang ikonik tersebut ada di dalam temple.

Wat Pho

Lihat kan besarnya tuh telapak kaki patung dibanding dengan orang-orang yang ada di situ, benar-benar megah sekali.

Wat Arun

Wisata temple berikutnya setelah Wat Pho, yaitu Wat Arun, yang lokasinya tidak terlalu jauh, tetapi kita di haruskan naik perahu untuk menyebrangi sungai, kalo ndak mau bayar naik perahu, yak berenang saja sana wong sungainya lebar nian, kalo di indonesia mungkin ada di sunter yah, nyebrang pakai perahu yang di kerek, tapi beda jauh deh 😅.

Wat Arun

Asiatique

Setelah lelah berkeliling temple, kita melanjutkan perjalanan ke Asiatique, disini konon katanya para muda mudi Thailand banyak menghabiskan waktu untuk kongkow-kongkow, karena memang desain toko-toko nya dan restoran nya mengingan kan kita pada PVJ bandung, lebih kekinian saja. Di sini kalian dapat menyaksikan kabaret banci yah kalo tidak salah, dan beli-beli cemilan, bahkan kalian bisa menaiki kincir-kincir, atau naik perahu hanyak untuk menikmati kota Bangkok di malam hari.

Asiatique

Kincir-kincir Asiatique

Perahu Asiatique

Wat Saket

Setelah hari pertama ditutup dengan Asiatique, pada hari kedua di mulai kembali dengan temple yaitu Wat Saket atau lebih di kenal dengan The Golden Mount.

Wat Saket

Disini tuh kita di haruskan olahraga karena anak tangganya banyak sekali apabila ingin samapi di puncak, bentuk nya sama persis seperti miniatur temple di foto, tangganya melingkar dan banyak, pokoke mantap lah betis ini.

The Grand Palace

Pasti kalian sudah mengetahui bahwa history negri Thailand ini merupakan jajahan Britania Raya, sehingga disini pun menganut hal yang sama dalam sistem pemerintahannya, yaitu sistem Kerajaan, dan untuk menjalankan pemerintahan ada perdana mentri, Nah kami berkesmpatan melihat langsung kediaman keluarga Raja, tetapi tidak sampai masuk, karena harus bayar sekitar 500 bath, lumayan mahal. Jadi saya sebagai kaum proletar hanya foto-foto di pekarangannya saja.

The Grand Palace

MBK

Setelah selesai dengan kunjungan kenegaraan dari Grand Palace, kami lalu mengikuti nafsu para kaum hawa untuk Mall yang ada di Thailand, dan pertama jatuh ke MBK, ndak tahu deh kepanjangan apa MBK, yang pasti dalem nya tuh sama persis dengan ITC Kuningan, dan harga barang-barang disini mahal, lebih baik bagi kalian yang ingin membeli oleh-oleh bisa di Chatuchak. Disini kami makan siang yang letaknya di lantai 3, karen menurut driver yang mengantar kita untuk makanan halal ada di lantai tersebut. Ndak ada foto karena memang ndak menarik.

Wat Trimitr

Setelah kecewa dengan isi MBK yang seperti replikanya ITC Kuningan sebelah kantor, kita wisata temple kembali biar makin afdol sedang berada di Thailand haha, kali ini ke Wat Trimitr yang letak nya tidak jauh dengan Chinatown nya Bangkok.

Wat Trimitr

Platinum

Nah habis Mall terbitlah Mall kembali, begitulah prinsip para wanita rombongan yang ada di divisi saya, seperti tidak ada puasnya, Para lelaki ya manut saja haha. Tetapi disini saya menemukan tempat belanja yang murah untuk oleh-oleh karena harganya cukup miring untuk ukuran celana santai khas Thailand, daster, dan kaos nya pun cukup murah, lokasinya kita di infoin oleh driver kami kembali, lokasinya persis di sebrang Mall Platinum ada gang lumayan besar, Nah disitu ada pasar seperti Tanah Abang, dan barang disitu murah-murah, jangan lupa di tawar yah. Karena apabila kalian belanja di Mall Platinumnya, harganya sama saja seperti yang di MBK tetapi mungkin modelnya lebih variatif. Ndak ada foto karena ribet bawa oleh-oleh.

Big C Supercenter

Nah hari terakhir kami semua berangkat agak siang karena langsung packing sebelum jalan-jalan, tempat pemberhentian adalah BIG C tempat nya seperti supermarket transmart, mungkin kalian bisa beli oleh-oleh disini seperti cemilan khas Thailand atau mungkin bumbu Tom Yam, nah di bagian lantai teratas ini ada foodcourtnya, nah saya makan Tom Yam, dan rasanya enak sekali, lumer di mulut cita rasanya, sayang ndak di foto karena sudah lapar.

Big C Supercenter

Terminal 21

Saya kira tadinya itu terminal itu seperti apa, ternyata toh ya mall juga, tetapi bertemakan terminal bandara, dan konsep mall bagus dan lucu, dan mall ini semacam tempat transit bagi yang para pengguna MRT di bangkok karena memang terhubung langsung, disini saya hanya lirik sana lirik sini karena harga memang sama saja seperti mall di indonesia. Setelah dari sini barulah kita semua beranjak ke bandara karena lebih baik menunggu dari pada tertinggal.

Catatan penting

Setelah mengalami perjalanan yang membuat kaki pegal ada beberapa informasi untuk kalian yang ingin muterin Bangkok.

Pertama, apabila kalian ingin membeli oleh-oleh seperti kaos, celana santai, atau daster khas Thailand, belilah di Chatuchak atau sebrangnya mall Platinum, karena harganya miring.

Kedua, apabila mengalami pegal kaki dan badan, dan mau mencoba thai massage, carilah rate harga 250 bath kebawah, dan biasanya tips 20 bath.

Ketiga, makanan seperti serangga goreng yang menjadi ciri khas, tidak boleh di foto ataupun di rekam, tetapi apabila kalian beli baru di perbolehkan foto.

Keempat, BIG C itu supermarket yang lengkap sekali untuk membeli oleh-oleh cemilan yang unik, dan mungkin ndak ada di indonesia.

Kelima, oia kemaren rombongan menginap di Siam Lub Hostels, yang 1 kamar isi 4 bed, dan kamar mandinya menjadi satu dengan banyak bilik seperti kamar mandi di gym atau kolam renang gitu, dan apabila memang niat jalan-jalan dan ndak berlama-lama di hotel, ini cucok banget karena harganya murah.

Semoga bermanfaat ya, see you when i see you.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s