[Movie Review] The Mercy

Jika kalian suka dengan film petualangan, drama, dan biografi silahkan dilanjutkan baca tulisan saya tentang film The Mercy, untuk yang ndak suka film drama silahkan baca juga, siapa tahu dapet sesuatu yang berfaedah.

Setelah sekian lama akhirnya bisa menonton film biopic lagi dan kali ini aktor favorit saya yang memerankan karakter utamanya yaitu Colin Firth, yup menurut saya dia juara sekali akting nya apabila genre filmnya drama, mungkin karena dari awal karir selalu bermain di film drama. Setelah aksi yang membuat encok(mungkin) di film Kingsman The Golden Circle, dia hadir kembali di film The Mercy ditemani oleh aktris yang sangat cantik jelita Rachel Weisz, sepanjang film melihat wajah Rachel membuat hati sejuk dan damai deh terlebih di bulan ramadan ini, dijamin.

Untuk yang belum mengenal siapa si Colin Firth, dia aktor yang pernah memenangkan piala oscar melalui film Kings Speech dan film tersebut juga film biografi tentang Raja Inggris, selain itu dia juga pernah di nominasikan di ajang yang sama melalui film Single Man, sisa nya mungkin mengenalnya melalui karakter Mr Darcy di serial BBC Pride & Prejudice yang secara masif melambungkan namanya, dan nama Darcy pun berlanjut ke film romantic comedy Bridget Jones. Dan untuk Rachel Weisz wajahnya sangat tidak asing bagi saya, karena dia bersama Brendan Fraser pernah berpetualang di film The Mummy, dan hanya itu yang saya tahu tentang dia. Dan satu lagi aktor yang mencuri perhatian saya yaitu David Thewlis, cara berbicaranya dan aktingnya sangat mengingatkan saya dengan aktor Alan Rickman.

Ok saat nya kita lanjut bercerita tentang The Mercy.

Spoiler Alert.

Tentang siapa sih film biografi ini?

The Mercy menceritakan biografi seorang pria bernama Donald Crowhurst di tahun 1968, dia merupakan seorang engineer yang tinggal di kota pesisir dan memiliki bisnis Navicator yaitu alat semacam kompas yang di produksinya sendiri di bengkel tepat di halaman belakang rumahnya. Sesaat bisnis yang di jalaninya mengalami kemunduran dia berencana menarik perhatian sponsor untuk membesarkan namanya dengan mengikuti Sunday Times Golden Globe Race yaitu kompetisi mengarungi lautan seorang diri dengan kapal pesiar mengarungi lautan luas dengan rute yang sudah ditentukan.

Dengan iming-iming hadiah yang besar, Donald membulatkan tekad untuk mengikuti perlombaan dan membangun sendiri perahunya yang secara desain belum teruji di lautan lepas, dengan mempertaruhkan semua harta yang dimilikinya termasuk menggadaikan rumahnya dia bertekad memenangkan perlombaan, yang walaupun dalam dirinya dia merupakan pelayar amatir yang belum pernah mengarungi laut lepas ber mil-mil jauhnya.

Dengan berbagai masalah yang timbul, Donald mengarahkan perahu nya sesuai dengan yang dia rencanakan tetapi perlahan dia menyadari bahwa dia takan dapat menyelesaikan perlombaan dengan kemampuannya dan kondisi perahunya, disini lah terjadi pergolakan di pikiran Donald yang tetap ingin menghilangkan ke khawatiran istri dan anak-anak tercinta bahwa dia tetap mampu menyelesaikan perlombaan, dimulai dengan satu kebohongan dan berlanjut selama hampir tujuh bulan lamanya di laut lepas, dan apakah dia akhirnya menyelesaikan perlombaan? Silahkan di tonton.

Mini Review

Film ini mengambil contoh dari kisah seorang yang tidak ingin menerima kekalahan secara lapang dada, dan dia memilih untuk mengorbankan seluruh hidupnya yang sudah dia bangun dari awal dengan membiarkan ego nya untuk tetap membara agar mimpinya terwujud.

Walaupun ini tipikal film biografi yang kelam, saya tetap menikmatinya karena sangat menggambarkan ego seorang pria yang sangat banyak di temui dikehidupan nyata. Dan seharusnya kita bisa belajar dari kosah Donald Crowhurst ini, tidak semua ego kita pantas untuk diperjuangkan dibandingkan dengan perngorbanan yang diberikan.

Menurut saya film ini layak untuk mengisi waktu luang kalian, film biografi yang sangat menonjolkan sisi kelam sang karakter utama.

Dan favorit scene saya ketika sang istri marah dengan wartawan dengan kalimat yang ngena sekali.

you all held him under
with your judgement.

now you’re selling blame.

Next week you’ll be selling
something else.

But tomorrow and every day after,

my children will still need their father.

And I will still need my husband.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s