[Movie Review] A Quite Place

Ssssstttttttt….

Sunyi, senyap, seisi studio pun ikutan sunyi, bahkan mau makan cemilan saja jadi sungkan karena pasti suaranya kedengeran, nah itu semua yang terjadi ketika saya menonton film A Quite Place, dan yang membuat saya kaget walaupun sudah beberapa hari di putar, di studio yang saya tonton, row bawahnya penuh, kebayang kan tuh penonton di row paling bawah nonton film thriller, pasti pegel-pegel kaget tuh leher.

Saya kebetulan menonton bareng teman kantor, nah teman saya sampai bilang setelah opening scene, nih film kapan ngomongnya sih, dari tadi bahasa isarat sama bisik-bisik doang haha, jangankan dia, saya juga penasaran sampe segitunya apa, ga boleh bersuara misalkan mau selamat.

A Quite Place

Spoiler alert!

Jadi nih Quite Place, ceritanya tentang kota yang di serang oleh monster yang buta, lebih tepatnya hanya punya kuping sama mulut yang gede dengan gigi super tajam, jadi mereka berburu manusia hanya melalui pendengarannya, jadi apabila ada suara maka tuh monster langsung bela-belain nyamperin dari kejauhan. Datangnya dari mana dan kok bisa tuh monster ada, pertanyaan seperti itu ndak usah di pikirkan karena memang film ini tipikal film yang informasinya tidak lengkap di ceritakan, jangan bandigkan dengan Pacific Rim Uprising yah tentang informasi latar belakang yang jelas, jadi kalian cukup menikmatinya dan ikutan tidak bersuara.

Mungkin kalian sudah mengetahui tentang pemeran suami istri di film ini, yaitu sang istri Evelyn Abbot (Emily Blunt) dan sang suami Lee Abbot (John Krasinski), yang di dunia nyatanya memang sepasang suami istri, dan yang menjadi sutradaranya John Krasinski sendiri, jadi ini rasanya seperti project sepasang suami istri. Dan unik dari film ini adalah pemeran pendukung yang lain hanya sedikit sekali yaitu tiga aktor cilik yang menjadi anak mereka, itu pun yang satunya tewas seketika di opening scene, eehh upss kelepasan, oia ada dua orang kakek deh di hutan yang satu sudah tewas dan yang satu fungsinya hanya untuk berteriak haha. Jadi kebayangkan pembagian profit film ke kru nya jadi lebih banyak dapetnya karena sedikit aktornya haha.

Ada satu lagi yang menarik, yaitu Regan Abbot (Millicent Simmonds) yang di film menjadi anak tertua dan di film berperan sebagai tunarungu, ternyata dikenyataannya Millicent juga tunarungu, saya salut dengan sang sutradara dalam memilih pemain yang menjadi anak-anaknya, aktingnya luar biasa keren.

Mini Review

Berhubung saya suka film thriller yang menggemaskan, jadi saya sangat suka dengan film ini, mulai dari cara film ini menjelaskan keadaan yang terjadi dan teror si monster, semuanya keren. Seperti yang saya katakan di awal, film ini bisa menghipnotis seluruh penonton satu studio untuk tidak bersuara, terlebih ketika scene sang istri ingin melahirkan, saya benar-benar ikutan nutup mulut saya.

Tetapi bagi kalian yang penakut, saya infoin nih, film ini jump scared nya tidak banyak seperti Pengabdi Setan, jadi ndak usah khawatir bakal nutup mata terus sepanjang film.

Dan saya mau memberikan kredit lebih kepada “Paku” yang ada di film ini, karena berhasil membuat film ini lebih dramatis dan menegangkan.

Salam hangat semua dan selamat menonton.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s