[Movie Review] Ready Player One

Salam hangat semua, semoga suasana hati kalian dalam keadaan menyenangkan selalu. Amin.

Daripada letih membicarakan pelayanan commuter line yang makin memburuk akhir-akhir ini, lebih baik kita membahas film saja yuk, saya yakin kalian pasti pernah bermain game, minimal sekali dalam hidup, dan kalian pasti pernah merasakan senang, frustasi, dan tentunya bosan misalkan selalu gagal hehe, dan karena film yang satu ini erat kaitannya dengan dunia game.

Nintendo (source: pinterest)

Jujur saya merupakan salah satu orang pencinta game sejak kecil berhubung saya memiliki dua kakak laki-laki jadi yah begitu deh, pasti suka game semua. Masih teringat ketika dulu sunatan bareng kakak saya yang kedua, uang sawerannya di kumpulin untuk buat beli konsol game nintendo, yang kasetnya misalkan macet di tiup-tiup, i love that moment. Setelah nintendo kami bertiga beralih ke sega yang animasinya lebih nyata, dan terakhir yah PS 2 dan semua harus hancur karena kebanjiran 😥 , ko saya jadi kangen-kangenan yah. Yuk lanjut ke film.

Ready Player One

Spoiler Alert!

Source: twitter account ReadyPlayerOne

Masuk bioskop.

Duduk manis.

Liat iklan.

Lulus sensor.

Masuk ke awal film. Langsung WoW.

Opening scene nya film ini keren banget dan di dukung dengan lagu yang keren, jadi jangan sampai telat masuk studio yah.

Entah kenapa dengan opening yang bagus, saya menjadi sangat excited menonton keseluruhan film, dan apabila di lihat di awal durasi film nya lumayan lama, 2 jam lebih, tetapi beneran deh plot cerita dan karakter filmnya bisa menghipnotis saya sampai akhir, plus jokes nya itu pas sekali penempatannya.

Plot Cerita

Cerita berpusat pada karakter utama bernama Wade (Tye Sheridan) a.k.a Parvizal (Nickname di dunia Game), dia merupakan salah satu dari ribuan orang yang bermain game bernama OASIS. Sebuah dunia yang di ciptakan oleh seorang genius pencinta game bernama James Halliday (Mark Rylance), yang memberikan wangsit bagi para gamers yang berhasil menemukan 3 kunci yang tersembunyi di dalam OASIS akan mendapatkan seluruh kekayaan yang telah dia peroleh dari game tersebut dan tentunya mendapatkan hak cipta OASIS.

Dan mulailah setiap orang berlomba-lomba mencari-cari kunci-kunci tersebut termasuk perusahan teknologi bernama I0I yang dipimpin oleh Sorrento (Ben Mendelshon) dan menaruh perhatian besar untuk memenangkan permainan tersebut dengan segala cara, termasuk mencelakai semua pemain game tersebut. Nah dalam petualangannya Parvizal bertemu dengan Art3mis, Aech, Daito, dan Sho, mereka saling bahu- membahu untuk memecahkan teka-teki permainan dan menghindar dari kejaran I0I.

Apakah mereka berhasil memecahkan teka-tekinya? Ya pasti berhasil, tetapi bukan itu intinya, tetapi proses mereka meraihnya itu penuh makna sekali, setiap teka-teki ada ideologinya dan alasanya kenapa sang pembuat game membuatnya, selalu ada history di baliknya, dan ada banyak plot twist, dan bikin ngegemesin banget.

Mini Review

Saya akan menilai secara subjektif, karena berhubung saya suka game, dan saya pasti akan kasih nilai 10/10 , karena kenapa? Cerita yang di sajikan unik, karakternya pas, soundtracknya keren-keren, terlebih pas opening scene, jadi kangen Van Halen, jokes nya tidak berlebih dan sesuai porsinya, walaupun film ini sangat relate bagi para gamers, tetapi film ini sangat bisa di nikmati yang bukan gamers.

Source: twitter account ReadyPlayerOne

Dan yang paling dari semuanya ialah visual nya juara banget, seperti benar-benar kita masuk ke dunia game, dan recomended misalkan kalian mau menonton melalui layar IMAX, pasti akan lebih WAH lagi. Dan sekali lagi saya mau berterima kasih kepada mister Steven Spielberg yang selalu berhasil memikat saya melalui film-filmnya, entah kenapa taste nya selalu sesuai dengan selera saya, love you full mister, sehat-sehat selalu.

Pesan saya untuk kalian yang ingin menonton Ready Player One:

Segera tonton, sebelum turun layar.

4 thoughts on “[Movie Review] Ready Player One

  1. sepertinya sya harus menonton ini, saya juga suka game, setelah diceritakan mereka bertemu lalu membentuk “tim” untuk memenangkan sayembara plus dari IOI,makin menarik saja film ini untuk ditonton

  2. Kyknya hrs nonton nih, ini review kedua yg kubaca, jadiii….bener2 bagus ya. Kalo utk anak 10 tahun, rekomended nggak bang? Pengin nonton sm anakku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s