[Curhat] Siksaan Tak Kasat Mata Kereta Bandara

Salam keringat dan letih semua para pengguna commuter line Tangerang-Duri. Keep Strong.

Akhirnya untuk pertama kalinya saya post tentang curahan hati, karena memang blog ini saya niatkan tidak untuk tempat curcol, tetapi apa daya, rasa gelisah yang sudah menggunung siap meletus, jadi munculah tulisan ini.

Mungkin kita semua tahu yah tentang launching kereta bandara beberapa waktu lalu yang dapat memudahkan penumpang untuk mengakses ke bandara soeta dengan lebih cepat dan nyaman, hampir semua orang menulis dan mempost betapa nyamanya kereta bandara dan tentunya mempercepat waktu perjalanan.

Cukup cerita kereta bandaranya! Saya coba cerita dari dampak tak kasat mata dari keberadaan kereta bandara yang sebenarnya dapat di atasi apabila infrastruktur di semua stasiun sudah selesai dan tentunya jadwal commuter yang on time, tapi apa daya ibu mengandung, semua itu belum siap tetapi jadwal kereta bandara yang sebelumnya setiap jam sekali menjadi lebih cepat sekarang, dan tentunya perubahan tersebut pastinya perlu pengorbanan dan ada yang perlu di tumbalkan, dan tentu saja pilihan satu-satunya commuter Tangerang – Duri menjadi pilihan prioritas pertama untuk ditumbalkan.

Saya akan coba bagi curhat ini menjadi dua drama.

DRAMA 1 : PERUBAHAN JALUR TRANSIT COMMUTER TANGERANG – DURI DI ST. DURI

Wah panjang yah judulnya dah seperti judul skripsi, pada hari minggu tepatnya tanggal 25 maret 2018, di tanggal semua orang tersenyum karena merupakan payday, di saat itu juga lah kesengsaraan di mulai bagi para penumpang commuter Tangerang-Duri, dan dampak baru terlihat pada hari senin tanggal 26 maret 2018, ketika semua orang yang berniat bekerja dan ingin datang tepat waktu, tetapi semua sirna ketika kereta sudah sampai St Duri, karena kereta sudah masuk jalur yang baru yaitu jalur 5, dan kereta untuk ke arah tanah abang, karet, sudirman, & manggarai berada di jalur 2, dan lebih membuat drama ini lebih seru adalah ekalator yang tersedia hanya 1 untuk 10 gerbong kereta yang penuh dengan penumpang, coba bayangkan bagaimana chaosnya di peron tersebut, walaupun ada alternatif jalur crossing di ujung kereta yang cukup jauh.

Mulai dari adu mulut antara penumpang dengan petugas kereta api sampai kemarin ada yang pingsan karena penuhnya peron tersebut dan desak- desakan, saya tidak habis pikir untuk penumpang prioritas seperti ibu hamil atau orang tua yang harus ikut berjuang dengan ratusan orang, hadueh cuma bisa tepok jidat, karena jawaban petugas selalu menggunakan template yang sama, akan disampaikan dengan unit terkait, elus dada terus deh biar makin lebar dadanya, jadi jangan heran misalkan nanti penumpang kereta Tangerang-Duri dadanya pada lebar-lebar kaya papan tulis.

DRAMA 2 : PERUBAHAN JADWAL KEBERANGKATAN MENJADI 30 MENIT SEKALI.

Nah ini nih drama lanjutan dari yang pertama, setelah segala kerusuhan di St Duri, per hari ini tanggal 29 Maret 2018, PT. KAI merubah jadwal kereta Tangerang – Duri dari sebelumnya 20 menit sekali menjadi 30 menit sekali, demi kereta bandara menjadi lebih cepat sampai ke tujuan, dan alhasil kereta seperti pepes quality premium, bahkan banyak penumpang yang tidak terangkut karena sudah overload. Sebenarnya percobaan perubahan jadwal menjadi 30 menit sudah pernah di coba tahun 2017 dan banyak orang mencaci maki karena memang tidak memanusiakan manusia, dan sekarang mereka melakukannya kembali, luar biasa benar management PT KAI.

Sudah penuh sesak selama di kereta lalu harus berolahraga di St Duri, kurang lengkap apalagi coba paket lengkap yang dicoba tawarkan PT KAI kepada penumpang tangerang. Saya kadang berfikir di PT KAI itu ada divisi untuk menganalisa kepadatan penumpang atau tidak sebelum policy baru diterapkan, apakah mereka harus berlaga tuli dengan segala keluhan yang bertubi-tubi disampaikan tiap hari demi kelangsungan kereta bandara yang sampai lebih cepat dengan jumlah penumpang yang lebih sedikit, walaupun harganya memang mahal, tetapi apakah benar harus mengorbankan ratusan penumpang?

Sebagai penggambaran saya coba capture suara netizen yang mengalami dampak perubahan ini, silahkan dicerna sendiri.

Sebenarnya permintaan para penumpang kereta commuterline Tangerang-Duri itu sederhana, agar PT KAI memanusiakan manusia.

Dan saya mau berpesan bagi penumpang commuter lain seperti jalur bogor, serpong, dan bekasi yang berpendapat tulisan saya ini berlebihan, saya cuma bisa membalas dengan doa, supaya kereta bandara melewati jalur kalian.

Pesan kepada penumpang commuter line Tangerang – Duri :

KEEP STRONG AND GAUL.

Advertisements

3 thoughts on “[Curhat] Siksaan Tak Kasat Mata Kereta Bandara

  1. wah ini perlu dibenarjan ya oleh pihak kereta api shg gak desak2an begini bikin gak nyaman , jangan sampai kejadian di sini bikin citra komuter line jadi hancur

  2. Amazing blog! Do you have any suggestions for aspiring writers?
    I’m hoping to start my own blog soon but
    I’m a little lost on everything. Would you suggest starting
    with a free platform like WordPress or go for a paid option? There
    are so many options out there that I’m completely
    overwhelmed .. Any recommendations? Bless you!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s