[Movie Review] Pacific Rim Uprising

Salam hangat semua, semoga sehat selalu yah.

Sebelum membahas sekuel Pacific Rim, saya mau sedikit bercerita betapa seru dan keren nya film pertamanya dan masih menempel di ingatan, dan aktor seperti Charlie Hunnam dan Idris Elba benar-benar memberikan kesan bahwa menjadi pilot Jaeger merupakan sesuatu yang sulit sekaligus membanggakan, dan tentunya membuat robot raksasa tersebut menjadi istimewa, dan intinya saya sangat puas dengan semuanya di film pertamanya, mulai dari plot ceritanya, pemerannya yang sangat cocok di setiap karakternya.

Dan datanglah kesempatan saya untuk dapat menonton sekuel film Pacific Rim Uprising dengan ekspektasi akan sebaik dan sebagus film perdana nya. Film ini hanya mempertahankan tiga aktor dari film terdahulunya apabila tidak salah ingat, seperti Mako (Rinku Kikuchi), Dr. Newton (Charlie Day), dan Gottlieb (Burn Gorman), dengan begitu banyaknya wajah baru, tentunya saya mengharapkan sesuatu yang baru dan menyegarkan, tentu nya tetap harus bisa menjaga kepuasan saya ketika mnonton Pacific Rim yang pertama.

Pacific Rim Uprising

Pada sekuel nya ini Pacific Rim bercerita keadaan dunia setelah sepuluh tahun paska kejadian penutupan celah di pasifik agar tidak ada monster Kaiju muncul kembali, dan yang menjadi aktor utamanya adalah John Boyega sebagai Jake Pentecost yang merupakan anak dari Stacker Pentecost a.k.a Idris Elba pada film terdahulu, dan menjadi pahlawan karena pengorbanan dirinya celah masuk Kaiju dapat tertutup.

Nah si Jake ini merupakan saudara tiri dari Mako, anak perempuan yang di angkat anak oleh Stacker pada film pertama. Di era baru ini ternyata ada perusahaan besar yang dipimpin oleh Liwen Shao (Jing Tian -> cantik bener nih wanita) yang menawarkan kepada pengelola Jaeger dengan bantuan Dr Newton, yaitu sebuah Jaeger tetapi dapat di kendalikan dari jarak jauh dan tidak membutuhkan dua pilot untuk menjalankanya, hal tersebut ternyata justru menimbulkan ancaman terhadap karir para ranger.

Semua berubah menjadi bencana ketika ternyata sisa otak Kaiju pada film pertama dahulu mengambil alih semua robot perusahaan Shao, dan menggerakkannya untuk membuka kembali celah di pasifik untuk dapat mengeluarkan kembali monster-monster Kaiju dengan tujuan yang lebih besar.

Mini Review

Ketika pertama menonton saya sangat suka dengan perubahan suasana Pacific Rim ini dengan John Boyega sebagai aktor utama dan dia di daulat sebagai mentor para calon pilot Jeager muda, tetapi semua berubah ketika sampai di tengah dan akhir film ketika Jaeger tersebut di kendalikan oleh milenial labil yang masih sangat muda, aduh ngga ikhlas saya melihatnya.

Kenapa saya cukup kecewa dengan ide Jeger di kendalikan para milenial labil, karena mindset saya pada film pertama itu begitu melekat, bahwa para pilot yang dapat mengendalikan Jaeger itu benar-benar di seleksi dengan ketangkasan fisik dan pikiran, bahkan untuk mensinkronisasikan dua pilot dalam satu Jeager saja begitu sulit, lah ini di Uprising para milenial labil umur 15- 17 uda bisa ngendaliin Jeager segede gaban dan melawan Kaiju level 4-5 dengan mudahnya, astaga saya masih tidak terima.

Secara ide dan plot cerita saya masih oke, tetapi dengan ide Jaeger di kendalikan para milenial labil, jujur saya kecewa, apa karena umur saya sudah tua yah, dan tidak bisa menerima para milenial untuk beraksi dengan Jaeger. Tetapi apabila sekedar mencari hiburan akhir pekan, silahkan menonton.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s