[Book Review] Stardust By Neil Gaiman

Salam hangat semua!

Setelah sekian lama tak menulis karena sesuatu dan lain hal, akhirnya bisa kembali bercerita lagi nih, dan kali ini jatuh pilihannya pada Novel Stardust karya Neil Gaiman. Selama sepekan kurang saya sudah berhasil menyelesaikan Novel nya karena memang alur ceritanya yang seru dan penuh dengan khyalan dan imajinasi , seperti dongeng tetapi yang di peruntukan untuk orang dewasa.

Cerita dongeng selalu dapat membuat kita penasaran dengan ending yang walaupun biasanya happy ending tetapi tetap saja petualangan di dalamnya yang seru membuat kita terhanyut sehingga selalu ingin membacanya lagi berulang kali, yup dongeng selalu berhasil untuk membuat kita pergi dari dunia nyata dan memasuki dunia baru yang sangat seru.

Stardust By Neil Gaiman

Stardust berawal dari cerita seorang lelaki muda bernama Tristan Thorn yang tinggal di sebuah desa bernama desa Tembok, kenapa di sebut “Tembok” karena di desa tersebutlah ada sebuah tembok pemisah antara desa dengan dunia asing bernama Stormhold yang merupakan tempat dimana para pri, penyihir, dan kerajaan Stormhold berada, dan segala cerita tentang sesuatu yang mustahil semua berada di daerah tersebut. tembok tersebut selalu dijaga secara bergilir oleh penduduk desa tembok selama 24 jam tanpa henti, agar memastikan penduduk desa tidak melewati tembok tersebut, tetapi khusus pekan hari raya yang di adakan di sebrang desa tembok setiap sembilan tahun sekali tembok tersebut di perbolehkan untuk dilewati oleh penduduk desa.

Tristan yang suka dengan gadis desa dambaannya, disuatu ketika dia mencoba untuk mengutarakan rasa sukanya sampai dia merayu dan menggombal dengan sesuatu yang tidak mungkin untuk di wujudkan, dan ketika mereka berdua melihat bintang jatuh, si wanita muda tersebut berucap kepada Tristan, apabila dia bisa membawakan dirinya bintang jatuh tersebut maka dia bersedia untuk menjadi pendamping hidupnya, dan tentunya si pemuda yang sudah dimabuk cinta pun melangkahkan kakinya ke dunia di balik tembok tersebut melalui bantuan ayahnya yang berbicara dengan penjaga tembok, agar anaknya dapat melalui tembok tersebut.

Dan satu demi satu kejanggalan pun muncul, Tristan tanpa menyadarinya ternyata dirinya sangat mengenal daerah tersebut bahkan dia tahu kemana dia harus melangkah untuk dapat menemukan bintang jatuh tersebut, dan ketika Tristan sampai ke lokasi dimana bintang tersebut dia kaget luar biasa bahwa bintang jatuh yang dia cari ternyata seorang wanita muda yang cantik dan terluka kakinya akibat terjatuh dari langit. Tetapi dikarenakan tekadnya yang sudah bulat kepada gadis dambaannya di desa dia berusaha membawa bintang tersebut ke desa tembok.

Petualangan Tristan ternyata tidak semudah yang dibayangkan karena ternyata ada orang lain juga yang menginginkan bintang jatuh tersebut, salah satunya penyihir yang sudah sangat tua yang membutuhkan jantung dari bintang jatuh tersebut agar menjaganya tetap awet muda dan tidak termakan oleh waktu, dan tidak hanya si penyihir tetapi para pangeran Stormhold juga berburu bintang jatuh tersebut dikarenakan ada batu kerajaan dilemparkan ke bintang tersebut sehingga dia terjatuh dan batu tersebut merupakan syarat mutlak untuk menjadi penerus kekuasaan kerajaan.

Jadilah petualangan Tristan menjadi sangat menegangkan dan melelahkan karena harus kejar-kejaran dengan penyihir dan para pengeran Stormhold untuk dapat membawa si bintang jatuh kepada wanita dambaannya, tetapi perjalanan yang panjang tersebut membuat hubungan Tristan dan si bintang menjadi berbeda dan penuh dengan perasaan campur aduk dari keduanya.

Apakah Tristan akan berhasil membawa si bintang jatuh kepada wanita idamannya di desa? baca yah dongeng dewasa ini, dijamin seru, atau apabila kalian tidak suka membaca dapat langsung saja menonton filmnya dengan judul yang sama karena novel ini sudah lama di adaptasi ke film.

Mini Review

Dikarenakan saya sangat suka dongeng, jadi saya sangat menikmatinya ketika mengikuti petualangan Tristan untuk memenuhi janjinya kepada wanita dambaannya, dan berhubung saya sudah terbiasa dengan novel-novel karya Neil Gaiman jadi saya tidak begitu kaget ketika cerita benar-benar khayalan dan imajinasi tanpa batas dari beliau, justru saya menikmati dan membayangkan andai saja di dunia nyata ada yang seperti itu pasti seru mampir ke daerah kerajaan Stormhold.

Bagi kalian yang sudah beranjak dewasa dan sudah tidak pantas untuk membaca dongeng anak-anak lagi tetapi otak kalian masih membutuhkan dongeng, novel Stardust sangat cocok untuk dapat memenuhi dahaga kalian dan memindahkan dunia kalian ke dunia petualangan Tristan Thorn.

Selamat membaca semua !

2 thoughts on “[Book Review] Stardust By Neil Gaiman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s