[Book Review] American Gods by Neil Gaiman

Salam hangat dunia, akhirnya setelah perjalanan panjang nan berliku saya berhasil juga menyelesaikan novel American Gods karya Neil Gaiman, kurang lebih sebulan lebih novel ini setia menemani saya di perjalanan kerja, mondar mandir tangerang-jakarta, dari kertasnya mulus sampai coklat dan bernoda. Selain karena memang tebal sebenarnya yang membuat saya agak lama menyelesaikannya karena di cetakan terbaru ini banyak diselipkan cerita-cerita pendek tentang Amerika yang sebenarnya sangat menarik tetapi tidak terhubung dengan plot cerita utama dan hal tersebut sedikit menurunkan semangat saya untuk segera menghataminya.

Tetapi seperti kata orang masa lampau, kamu harus menyelesaikan apa yang telah kamu mulai, dan sampai lah saya disini bercerita sedikit tentang novel ini yang menurut saya benar-benar penuh dengan fantasi yang liar, apabila dipikirkan mungkin kamu bisa sakit kepala atau migran, tetapi begitu lah memang Neil Gaiman bahkan saya mempunyai buku dongeng untuk anak-anak karya beliau yang membuat anak saya selalu bertanya kok bisa ada makhluk seperti itu, kok ada yah tempat seperti itu, dan banyak pertanyaan lainnya, entah kenapa setiap saya membaca karyanya otak ini seperti dipaksa untuk berfantasi abnormal dan hal tersebut lah yang menjadi daya tarik untuk di baca.

American Gods by Neil Gaiman

dsc086991098576438.jpg

Shadow Moon, yup begitulah nama yang di berikan oleh Mr Gaiman kepada karakter utama dari novel ini. Shadow yang sebentar lagi mengakhiri masa hukumannya dan sudah tidak sabar untuk bertemu kembali dengan istri tercinta yang didambakannya, sekonyong-konyong berita yang sangat mematikan menghampirinya, istri tercintanya dikabarkan meninggal dalam kecelakaan mobil, dan Shadow pun segera dibebaskan lebih awal dari jadwal yang sudah di tentukan. Kejanggalan demi kejanggalan mulai muncul ketika Shadow dalam perjalanan kembali kerumahnya, ketika dia ditawari pekerjaan oleh orang asing yang menamakan dirinya Mr Wednesday untuk menjadi pengawal pribadinya, dan yang membuat mengejutkan orang tersebut mengetahui segala kehidupan pribadi Shadow dan terus menghampirinya agar dia menerima pekerjaan tersebut.

Dan ketika Shadow sampai di suatu titik keputusasaan atas kehidupannya, dia pun menerima penawaran Mr Wednesday, dan mulailah perjalanan panjang Shadow bersama bos barunya, dan mulailah dia bertemu dengan orang-orang misterius yang sedang dibutuhkan oleh bosnya untuk menghadapi bencana yang akan menghampiri kaum mereka. Di momen tertentu Shadow bingung dengan apa yang dimaksud oleh bos dan koleganya tetapi di sisi lain dia tidak di perbolehkan banyak bertanya. Shadow semakin di buat terkejut dengan kehidupannya ketika jasad istri tercintanya menghampirinya dan mengajaknya berbicara, seperti mimpi Shadow pun bigung setengah mati dengan apa yang di alaminya, dia seperti memasuki alam dunia yang sangat asing baginya tetapi semua itu nyata terjadi di depan matanya.

Dengan mengalami segala kejadian aneh, mengalami mimpi yang aneh, dan bertemu dengan orang-orang yang aneh dan misterius membuat Shadow berfikit apakah dia sekarang berada pada kehidupan para dewa-dewa Amerika yang terlupakan, dan dia berada di tengah-tengah untuk melihat mereka mempersiapkan diri untuk sesuatu yang tidak di ketahuinya, entah itu badai atau peperangan, tetapi hal tersebut entah mengapa sangat mempengaruhi kehidupan Shadow secara langsung dan membuat dirinya bingung dengan apa yang seharusnya dia lakukan dan harus bagaimana dia melihatnya, karena keadaan di sekelilingnya sangat membingungkan dan tidak masuk akal.

Misteri terbesar pada novel ini adalah, kenapa Wednesday memperkerjakan Shadow atau lebih tepatnya kenapa Wednesday memilih Shadow untuk bekerja kepadanya.

My Favorite Parts

“Aku pasti bermimpi, pikir Shadow, sendirian dalam kegelapan. Kurasa aku baru mati. Dia ingat pernah mendengar dan percaya, waktu masa anak-anak, kalau kau mati dalam mimpimu, kau akan mati juga dalam dunia nyata. Dia tidak merasa mati. Dia membuka matanya, mencoba-coba.”

“Aku mampu mempercayai hal-hal yang benar dan aku mampu mempercayai hal-hal yang tidak benar dan aku mampu mempercayai hal-hal saat tidak ada orang yang tahu apakah benar atau tidak.”

“Agama adalah tempat untuk kita berdiri dan melihat dan bertindak, suatu sudut pandang untuk mengamati dunia ini.”

Mini review

Bagi para peminat novel yang fantasinya over dan cendrung nyeleneh, ini novel pasti dapat mengakhiri rasa dahaga kalian dalam seketika, saya jamin. Karena novel ini sudah berhasil membuat saya masuk sangat dalam ke dunia Shadow yang sangat misterius dan aneh, bahkan saya benar-benar ikut berkhayal ketika membaca petualangannya mulai dari karakter dan konflik yang muncul sangat membuat kepala menjadi halu.

Dan tetap saja, hal yang mengganjal hati ini adalah mengapa novel ini menyelipkan cerita-cerita pendek di dalamnya, apa untuk menggambarkan betapa kompleks dan liarnya kehidupan di Amerika agar pembaca lebih mendalami petualangan Shadow atau hanya sekedar pengenalan Amerika seperti apa, saya masih belum tahu, tetapi yang pasti cerpen tersebut justru membuat minat saya untuk menyelesaikan kisah petualangan Shadow menurun, tetapi itu menurut saya lho, mungkin berbeda menurut kalian.

Selamat berfantasi dan berhalusinasi, CIAO!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s