[Movie Review] Dilan 1990

“Sekarang kamu tidur. Jangan begadang. Dan, jangan rindu”

“Kenapa?”

“Berat. Kau ga akan kuat. Biar aku saja”

Wanita mana coba yang tidak meleleh di gombalin dengan kata-kata tersebut, terlebih lagi mukanya ganteng (Karena Dilan di peranin Iqbaal), sok pikir pake akal sehat, pasti banyak wanita minta di gombalin sama Dilan versi Iqbaal. Itu hanya beberapa penggalan gombalan Dilan kepada Milea, yang memang sangat manis sekali kata-katanya dan booming seantero dunia sosial media, dan meme-meme bertebaran tiada henti bahkan ketika ada meme yang di post oleh Gustav Aulia yang membuat hati ini hancur seketika, aduhhhh kok bener banget yah, buangke maksimal, berat yah jadi Laziale.

lazio

Saya termasuk orang yang sudah menghatami semua trilogi novel Dilan, jadi cukup tahu bagaimana novel ini booming dikalangan para jomblo yang hilang arah, dan mereka mencoba mendeklarasikan novel Dilan karya Pidi Baiq sebagai Kitab Suci para jomblowan indonesia, Kenapa? ketika ada laki-laki kehilangan percaya diri atau minder terhadap wanita tinggal baca novel Dilan, pasti kepercayaan dirinya menjadi seratus persen, ketika laki-laki kehilangan kata-kata manis terhadap wanita, Novel Dilan menyediakan inspirasi yang luar biasa untuk menggombal, intinya Novel Dilan merupakan Wisdom bagi pada pembacanya. Bahkan beberapa teman saya benar-benar mempraktekan teknik-teknik Dilan dalam mendekati wanita di dunia nyata, Edan nggak tuh? saya cuma bisa geleng-geleng wae.

Dilan 1990

SPOILER ALERT!

Poster

Tahu dong pastinya ekspetasi para pembaca Novel Dilan ketika tahu bahwa Dilan akan di filmkan? Netizen sudah seperti cacing kepanasan maunya komen aja, terlebih pas pengumuman cast-cast filmya di umumin, dan yang terpilih menjadi pemeran Dilan adalah si abang ganteng dari CJR Iqbaal Ramadhan ( jangan lupa huruf a nya double), semua nyinyiran, cercaan, bahkan makian keluar tuh dari pembaca Novel Dilan ( yang pasti dari pembaca laki-laki) karena tidak menerima Dilan diperankan oleh lelaki ganteng, perasaan imajinasi saya Dilan mukanya ngga babyface kaya Iqbaal, seharusnya pemeran Iqbal yang lebih cowo dong, seharusnya pemeran Dilan si aktor ini itu onoh, pokoknya komentar Netizen antara sirik sama sok tahu beda tipis deh, padahal sang pembuat novelnya Pidi Baiq menegaskan bahwa dia yang langsung mengcasting semua pemeran di Film Dilan, pasti dia sudah tahu kararkter yang cocok untuk memerankan Dilan.

Dilan2

Dan tibalah pada hari pembuktian, apakah benar si Iqbaal benar-benar mengecewakan atau bahkan menghancurkan imajinasi pembacanya? menurut saya sebagian besar Iqbaal sangat sukses, tetapi ada beberapa bagian-bagian yang sedikit menggangu seperti ketika dia harus menampakan wajah garang dan gahar, aduh wajah babyface bak malaikat tetap terpancar ketika dia marah, jadi saya sedikit agak gimana gitu dengan imajinasi saya ketika saat membaca Novelnya, beda halnya ketika Iqbaal menjalankan bagian-bagian menggombal dan merayu Milea dengan cara nya yang unik, itu dia dapet banget dan sukses besar membuat para wanita yang nonton mau di gombalin Dilan.

Vanesha Prescilla yang memerankan sebagai Milea, menurut saya sangat sesuai dengan imajinasi hampir seluruh pembaca Novel nya, kenapa? nggak ada yang ngeributin soalnya. Dan di film ini tahi lalatnya si Vanesha itu loh bikin gemes, ehh ko malah jadi ngebahas tahi lalat, maksudnya aktingnya sih bagus-bagus saja wong cantik, saya sih menikmati sekali, kadang nggak tega ketika melihat pas menangis, apalagi Dilan ye nggak?

Kita lanjut ke set filmnya yang seharusnya set tahun 1990 ketika bandung yang masih super asri dan sejuk sentosa, menurut saya set suasanya masih kurang nineties, hanya motor dan mobil jadulnya serta pakaian SMU zaman gombrong, menurut saya masih banyak detail-detail yang seharusnya benar-benar bisa menggambarkan suasana tahun 1990, mungkin bisa TV tabung atau radio lawas. Dan ada beberapa set film yang menurut saya, untuk level dengan film yang mempunyai materi sangat bagus, harus menggunakan teknologi level Pendekar Rajawali Indosiar, ketika Milea naik mobil Bundanya Dilan, aduhhhhhh, langsung drop ekspetasi yang tadinya sudah mulai menanjak, kenapa oh kenapa harus dipaksakan adegan tersebut apabila hanya bisa bohongan saja backgroundnya?. Dan adegan yang membuat saya kesel setengah mati, adalah ketika sekolahnya diserang oleh geng motor dan sekolah dilempari batu CGI, Milea dengan gagah berani melewati semua batu yang berterbangan tanpa terkena sedikitpun tuh batu CGI,WTF, What are you doing Milea? Are you nut. Dan satu lagi yang mengganjal adalah makeup para temannya Milea yang hits badai, teman sebangkunya si Rani dengan makeup menor dan bulu mata yang super badai mau ngalahin princess Syarini sepertinya, dan satu tokoh yang merubah imajinasi saya adalah tokoh Wati, yang ternyata di film super Cantik bak model majalah, sumpah saya mengimajinasinya orang yang nyablak dan tidak secantik itu, bonus film remaja deh pokoknya.

Mini Review

Overaall film ini mencurahkan semua isi yang ada di dalam Novel nya, walaupun ada beberapa yang seharusnya tidak perlu dipaksakan harus dimunculkan pada filmnya, tetapi tetap muncul dan sinematography nya tidak mendukung, kalian yang sudah membaca Novel nya tidak harus menunggu sesuatu yang mengejutkan, karena memang hampir sama dengan Novel nya.

Saya meramalkan akan ada efek besar terhadap fashion para remaja indonesia di 2018 setelah film Dilan ini, akan banyak cowo yang rambutnya di acak-acak sampai depan jidat, jaket jeans akan hits kembali, sepatu warior, dan tentunya celana pendek gemesnya Milea.

Iqbaal

Ramalan saya film ini akan menembus minimal sekali adalah sama dengan jumlah follower IG si Iqbaal Ramadhan, karena terbukti baru 4 hari saja sudah tembus 1.295.000 juta penonton, itu orang semua loh bukan popcorn, jadi kebayangkan berhasilnya film Dilan ini untuk dapat menjadi film romansa remaja yang everlasting seperti film AADC di zaman dahulu kala.

PS: semua gambar berbau Dilan dapet dari account IG nya Falcon Pictures.

Advertisements

4 thoughts on “[Movie Review] Dilan 1990

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s