[Movie Review] The Shape Of Water

Senang sekali awal tahun ini banyak di suguhi film-film yang sangat bagus, jiwa raga rasanya langsung melek dan segar untuk menyongsong tahun 2018. Kali ini saya mau mengulas film karya salah satu sutradara favorit saya si Guillermo del Toro yang berjudul The Shape Of Water, sebelum film ini saya selalu suka dengan karya-karyanya mulai Hellboy, Pacific Rim, The Hobbit, Pan Labyrinth, dan masih banyak lainnya. Saya selalu suka dengan cara del Toro dalam membuat karakter yang kebanyakan merupakan monster, dan dia selalu berhasil merubah mindset kita yang biasanya sudah terpatri bahwa pada umumnya monster adalah sosok yang menyeramkan menjadi sosok yang disukai dan dicintai oleh semua orang, salah satunya karakter kesukaan saya si Hellboy mulai dari karakternya yang kuat dan cerita petualangannya yang sangat seru, kisah cintanya yang lucu, entah apakah akan ada lagi kelanjutan Hellboy selanjutnya, saya harap sih akan ada, semoga saja.

The Shape Of Water

Di film The Shape Of Water, mister del Toro kembali lagi dengan karakter monster yang menjadi fantasinya selama ini di perfilman hollywood, awalnya saya cukup penasaran, apakah ceritanya dan konflik nya akan sama seperti Hellboy, dan untungnya sangat berbeda, bahkan cerita The Shape Of Water lebih intens dan imajinatif dari yang saya perkirakan.

Spoiler Alert ~ Spoiler Alert

Elisa Esposito (Sally Hawkins) merupakan wanita muda bisu yang bekerja sebagai pelayan kebersihan di sebuah laboratorium penelitian rahasia milik pemerintah, dia tinggal di apartemen kecil di atas gedung bioskop dan memiliki tetangga dekat bernama Giles (Richard Jenkins) yang seorang pria gay yang bekerja sebagai seniman, dan juga memiliki sahabat bernama Zelda (Octavia Spencer) yang sudah menemaninya bekerja selama bertahun-tahun sebagai petugas kebersihan. Kehidupan Elisa seperti kebanyakan orang yang hidupnya terjebak oleh rutinitas yang sama setiap harinya, tidur lalu bangun lalu mandi lalu sarapan lalu kerja lalu tidur lalu bangun lalu mandi lalu sarapan lalu kerja lalu tidur lalu bangun lalu STOPPPPP cukup sudah cerita siklusnya makin lama ko makin mirip siklus hidup saya hahaha.

Semua kehidupan Elisa berubah ketika kehadiran sebuah spesies Amphibi (Doug Jones) berbentuk seperti manusia yang ditemukan disungai daerah amerika latin, yang menarik dari Doug Jones adalah dia selalu menjadi pilihan untuk karakter monster di film-filmnya del Toro mulai dari  film Hellboy sampai Pan Labyrinth, sepertinya monster sudah menjadi keahliannya. Dikarenakan Elisa sangat penasaran dengan makhluk tersebut, dia secara diam-diam menyelinap ke ruangan isolasinya dan ternyata diluar dugaan, monster tersebut jatuh pada pandangan pertama  dan menyambut hangat perlakuan Elisa kepadanya, dan menjadikan mereka TTM beda budaya dan alam.

Tetapi cerita menyejukkan tersebut dirusak oleh kepala keamanan lab bernama Strickland (Michael Shannon) yang bertanggung jawab atas keberadaan monster tersebut dan selalu saja menyiksa nya, dan membuat hati Elisa hancur melihat keadaan babak belur temannya, dan elisa merencanakan pembebasan teman barunya dengan bantuan tetangganya Giles. Mari kita doakan semoga Elisa berhasil dengan rencananya. Amin.

Cukup yah spoilernya, sisanya HARUS TONTON karena filmnya sangat bagus dan cinematography sangat memanjakan mata,mulai desain maupun background suasana tahun 60an pun sangat terasa, dan endignnya pun sangat istimewa bagi saya., benar-benar klimaks.

Berbicara tentang klimaks saya jadi teringat ketika Guillermo del Toro menerima penghargaan kategori Best Director di ajang Golden Globe awal januari 2018, dan dia sangat-sangat luar biasa senang, karena sudah hampir 25 tahun berkarya, dan baru kali ini di berkesempatan untuk memenangkan kategori Best Director, bahkan ketika mengucapkan rasa terima kasihnya dia menyuruh diam pemain musik di ajang tersebut karena dia  membutuhkan waktu untuk menangkan dirinya, Congrats Mister!

Mini Review

The Shape Of Water merupakan film yang mempunyai plot yang simple tetapi kaya dengan imajinasi sang sutradara, selain itu akting para pemainnya membuat saya kagum, terutama si Sally Hawkins benar-benar sangat sukses memerankan perannya, bagaimana dia berinteraksi dan mengekspresikan dirinya. Jadi jangan sampai melewatkan film ini karena menurut saya merupakan masterpiece nya mister del Toro.

Selamat menonton cerita kasih yang tidak biasa di film ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s