[Serial Review] Black Mirror Season 4

Halo, Hello, Bonjour, Ciao, Hola 2018 !

Bagi sebagian penggemar serial yang suka dengan tipe techno paranoia dengan sentuhan scifi dan dengan cerita plot yang sulit ditebak pasti sudah tidak sabar dengan serial Black Mirror, saya pun setiap menonton Black Mirror selalu dibuat  terbengong-bengong karena plot cerita selalu Out Of The Box……..Out Banget dah pokoknya, di luar akal sehat manusia. Dan bagi yang belum pernah menonton serial ini, tidak usah khawatir karena cerita nya bukan sambungan dari season sebelumnya, bahkan di setiap seasonnya per episodenya pun ceritanya beda-beda dan tidak saling terkait.

Di sini saya akan kupas habis Black Mirror season 4 jadi sudah pasti FULL SPOILER, misalkan anda mau nonton serial ini tanpa spoiler, saya sarankan bacanya STOP sampai disini, karena saya tidak tanggung-tanggung menjabarkan kegilaannya per episode yang berhasil membuat kepala saya halu, dijamin mindblowing deh nih season 4. Yuk lanjut disimak.

Pada season 4 ini Black Mirror  sudah menyiapkan 6 episode dengan cerita berbeda-beda yang bisa membuat kepala ini kunang-kunang, (1) USS Callister, (2) Arkangel, (3) Crocodile, (4) Hang The DJ, (5) Metalhead, (6) Black Museum. Gimana, judul-judulnya bikin penasaran kan?

(1) USS Callister

Kita masuk ke episode pertama duyu yah, sudah ada yang pernah nonton film Star Trek? Nah di espisode ini menurut saya Black Mirror menampilkan versi  Star Trek yang jauh lebih lebih bagus karena membuat kepala saya menjadi delusi.

Plot cerita di episode ini cukup simple, yaitu bercerita tentang seorang enggineer IT bernama Robert Daly yang jago sekali ngoding, yang bekerja di sebuah company besar. Doi berhasil menciptakan sebuah game virtual pesawat luar angkasa, tetapi sayangnya dia merasa dirinya tidak dihargai oleh orang di sekitar kantornya termasuk bosnya. Nah karena doi merasa dendamnya belum bisa dilampiaskan di kantor sebagai gantinya dia mengambil semua DNA teman-teman kantornya termasuk bosnya, memasukkan karakternya dengan wujud yang sama persis ke dalam game virtual yang dia ciptakan  dan di jalankan secara offline. Jadi tuh doi kerjaanya sehabis pulang kerja ngebully semua teman-teman kantornya di dalam game tersebut… WTF, Physco banget kan kelakuannya?

Tetapi semua berubah ketika ada karyawati (duhhh karyawati, baku benar bahasa saya) cantik bernama Nanette Cole yang jago ngoding dan baru join ke kantornya, dan si Nanette ini sangat mengagumi karyanya Daly, dan usut punya usut Daly pun menyimpan rasa suka ke Nannete, jadilah si Daly nyolong DNA nya doi biar bisa d masukin juga ke dalam gamenya.

Tetapi sayangnya si cantik Nanette yang berada di dalam game tidak suka dengan cara Daly memperlakukan teman-teman kantornya dengan sesuka hati, jadilah si Nanette dan si Daly adu kepintaran, Nanette mempunyai cita-cita mulia untuk membebaskan teman-temannya dari cengkraman jail si Daly, berhasil atau tidak? Ya berhasil lah, dan si Daly mendapatkan azab yang pantas dari mahakuasa. Kalo bisa tittlenya diganti “Azab Pembully Di Game Online” .

(2) Arkangel

Nah, so far Arkangel ini merupakan salah satu episode favorit saya di season 4 ini, kenapa? Karena plot ceritanya banyak banget terjadi di dunia nyata, tentang seorang ibu yang selalu kepo dengan kegiatan anaknya, dijamin kalah deh posesifnya pacar kalian.

Awal bermula ketika ada seorang ibu yang sedang menunggu putrinya bermain di taman, dan seketika putrinya menghilang karena mengikuti kucing yang dia lihat, Nah semenjak kejadian itu si Ibu menjadi sangat sangat insecure, takut kehilangan putrinya lagi, dan di bawalah si anak ke perusahan Arkangel yang merupakan provider alat canggih untuk memonitoring kegiatan anak, caranya gimana? Jadi si anak di implant suatu alat kecil ke kepalanya dan si Ibu di bekali sebuah tablet Arkangel untuk bisa melihat anak lokasinya di mana, bisa melihat apa yang dilihat si anak, anak kesehatannya lagi drop atau tidak, dan yang paling ekstrem adalah bisa menfilter apa yang di lihat si anak, jadi misalkan anak melihat darah atau perkelahian, yang muncul di pandangan anak cuma blur saja, SARAP KAN ? Ga kebayang kan si anak ga pernah tahu warna darah misalkan di filter pandangannya.

Beranjak dewasa si anak mulai mengenal pacaran dan kenakalan yang umum di lakukan oleh para remaja di luar sana, dan si ibu menjadi semakin parno atas masa depan anaknya, jadilah si ibu kepoin si anak, sampai anaknya lagi senggama sama pacarnya pun si ibu nonton, geleng-geleng kepala deh sama teknologi ini.

Dan ketika si anak tahu dengan apa yang dilakukan Ibunya, dia pun murka luar biasa, dan terjadi percekcokan yang luar biasa, dan pada akhirnya ketakutan si Ibu akan kehilangan anaknya pun menjadi kenyataan. Bagaimana misalkan episode ke dua ini kita ganti judulnya menjadi “Azab Ibu Suka Kepoin Anaknya”.

(3) Crocodile

Sejauh ini pada episode Crocodile lah yang menurut saya set lokasinya paling keren, gila niat banget buat milih lokasinya, di lokasi ini daerah yang isinya salju semua dan mata kita di manjakan oleh bukit-bukit salju, pokoke keren deh, jadi kangen suasana King Of The North!

Semua bermula ketika sepasang muda mudi berkendara mobil selepas party, dan di tengah jalan menabrak seseorang yang sedang bersepeda, bukan menelpon polisi atau ambulance mereka memutuskan untuk membuang mayat tersebut ke sungai beserta sepedanya, please jangan di contoh ya!

Tahun demi tahun berlalu, si gadis  tumbuh menjadi wanita yang mempunyai karir yang gemilang, memiliki keluarga yang samawa, pokoknya perfect life deh. Dan sekonyong-konyong si lelaki teman partynya dahulu mendatangi si wanita, dan doi bilang ingin membuat pengakuan kejadian yang disembunyikannya selama ini ke istri si pesepeda yang di tabrak dahulu, dan apa yang terjadi? Yup kalian sudah bisa menebak, si lelaki di bunuh juga sama si wanita, edan yah.

Nah, tetapi ada yang membuat menarik disini ketika si wanita membunuh teman lelakinya, telah terjadi kecelakaan di depan kamar hotelnya dan ada pegawai asuransi yang mencoba menginvestigasi kecelakaan tersebut untuk klaim asuransinya karena kameran cctv yang berada di jalan tidak berfungsi sehingga tidak bisa membuktikan kecelakan tersebut tidak di buat-buat. Dan tak di sangka tak di nyana semua penelusuran si penyidik asuransi membutukan ingatan si wanita untuk pembuktian kecelakaan tersebut, dan kalian pasti satu pikiran dengan saya, si wanita sudah menjelma menjadi serial killer untuk menyelamatkan hidupnya yang sudah perfect, untuk episode ini kita beri judul “Azab Tabrak Lari” .

(4) Hang The DJ

Wah ide di episode ini si genius sekali, dan di sini kita bisa melihat masa depan bajaj itu sangat cerah, karena kendaraan yang ada disini berupa bajaj tetapi stir nya di ganti tablet dan bajaj nya bisa jalan secara automatis, ikut senang deh dengan masa depan bajaj.

Sudah dulu ya bahas bajajnya, kita bahas plot ceritanya, jadi disuatu tempat yang sangat lengkap fasilitasnya berkumpulah orang-orang yang sedang mencari pasangan yang cocok dengan bantuan sebuah system, dan para pesertanya memegang sebuah alat seperti speaker kecil seperti mirip smart speaker kecil milik google, alat ini akan menjadwalkan anda untuk bertemu dengan calon pasangan anda, berapa lama anda harus bersama pasangan tersebut, dan semua itu akan terus berlanjut sampai mereka menemukan pasangan yang tepat atau ultimate match, dan ending nya membuat halusinasi tingkat dewa, tapi episode ini bukan azab seperti 3 episode sebelumnya, sweet deh pokoknya. Episode ini misalkan di kasih judul baru jadi “Algoritma Mencari Jodoh”.

(5) Metalhead

Waduh episode ini yang paling tidak saya mengerti, banyak sekali pertanyaan yang tidak terjawab, walaupun secara cinematography dan teknologi nya bagus, tetapi seperti kita nonton film cuma sampe setengah saja, jadi nggak tau pesan yang di sampein apa, benar-benar aneh khusus episode ini.

Simple cerita, ada 3 orang yang sedang mencari barang di sebuah gudang dengan sangat waspada, dan kita dapat munculnya sang penjaganya sebuah anjing robot yang bisa nembak, ngehack, manjat, tracking, pokoke multitalenta deh nih robot, kalah deh Agnez Mo. Dan gegara mereka ketahuan sama si robot, dua orang naas di eksekusi oleh si robot, dan sepanjang film isinya adalah survival satu orang di kejar-kejar anjing robot gila physco, dan endingnya bikin kezel sekali. Episode ini misalkan di kasih judul baru jadi “Dikejar-Kejar Anjing Gila”.

(6) Black Museum

Akhirnya tiba pada episode terakhir di season 4 yang berjudul Black Museum, dari awal sampai habis keren sekali, mulai dari plot cerita, teknologi yang di pakai, akting karakternya yang keren, pokoke suka banget, benar-benar tipikal Black Mirror, dan bagi saya episode ini sudah menjadi yang terfavorit di season 4.

Khusus episode terakhir ogah ah ceritainnya soalnya keren sekali, pokoknya pecah dan sakit jiwa deh, jadi nonton saja langsung, tetapi kalo bisa di kasih judul baru bisa jadi “Azab Orang Suka Menyiksa”.

Mini Review

Pesan moral dari Black Mirror season 4 menurut saya, jadi orang jangan suka ngebully, jangan suka kepo, jangan suka lari dari tanggung jawab, jangan deket-dekat anjing gila, terakhir nih jangan suka menyiksa ya, overall pecah deh season 4 ini. Nah kalo menurut saya apabila episodenya di urutin dari yang terbaik ke yang tidak, urutannya kaya gini.

(1) Black Museum

(2) Arkangel

(3) Hang The DJ

(4)  USS Callister

(5) Crocodile

(6) Metalhead

Selamat berhalusinasi bersama Black Mirror.

PS : Semua gambar berasal dari Twitter Black Mirror

4 thoughts on “[Serial Review] Black Mirror Season 4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s