[Movie Review] Marlina The Murderer In Four Acts

Ketika mengetahui film Marlina akan tayang di indonesia saya sangat antusias sekali karena film ini sudah banyak mendapatkan respon positif di  festival film cannes dan sangat banyak sekali yang mempergunjingkan nya di twitterland, jadi fix sudah pasti filmnya tidak akan mengecewakan  saya. Tetapi ada yang sedikit menggangu saya yaitu jadwal penayangan yang berbarengan dengan film superhero Justice League produksi DC Comic yang menurut saya pasti kebanyakan penonton indonesia lebih memilih JL karena ada Wonder Woman aka Gol Gadot sang wanita penggoda laki-laki, tetapi hal tersebut tidak menggoyahkan niat saya untuk tetap memprioritaskan kepentingan Marlina di atas Gol Gadot hehe.

Di hari pertama tayang saya langsung pesan tiket karena film ini memiliki banyak daya tarik untuk di tonton. Pertama, karena film ini sudah berhasil tayang di festival cannes jadi sudah pasti jaminan mutu. Kedua, film ini bergenre thriller, jadi tidak seperti genre film lokal yang lagi heboh-hebohnya tayang di bioskop apabila bukan film horor ya pasti film komedi. Ketiga, lokasi shooting yang di gunakan film ini berada di Sumba yang benar-benar berbeda suasananya dari kebanyakan film lokal yang sedang tayang. Keempat, para aktris dan aktor yang tampil juga sudah teruji kualitas nya di dunia persilatan film indonesia, ada Marsha Timothy aka Marlina dan Egy Fedly aka Markus.

Marlina The Murderer In Four Acts

Spoiler Alert!

Seperti judulnya film ini terbagi menjadi empat babak perjuangan Marlina, setiap babaknya memiliki pesan dari perjuangan Marlina untuk mencari keadilan.

Babak I

Film bercerita dimulai tentang seorang janda yang tinggal sendiri dirumah dan di datangi oleh tujuh perampok yang ingin mengambil harta nya termasuk semua ternak yang dimilikinya. Tidak hanya harta dan ternak Markus yang merupakan pemimpin perampok berniat untuk memperkosa Marlina secara bergilir dengan teman-temannya.

Dengan berbagai emosi yang berkecambuk di hati Marlina, akhirnya dia berani melakukan perlawanan kepada semua perampok termasuk memenggal kepala Markus. Tetapi tidak semua perampok terbunuh masih ada dua orang yang masih hidup karena kedua orang tersebut tidak ada pada malam Marlina melakukan pembunuhan karena sedang pergi membawa ternak Marlina dan akan kembali ke esokan harinya.

Babak II

Setelah memenggal kepala Markus, Marlina berniat untuk membawa kepala Markus ke kantor polisi kabupaten. Dan babak inilah perjuangan Marlina dimulai dengan menaiki bus untuk dapat mencapai kantor polisi, di dalam perjalanan Marlina di pertemukan oleh temannya Novi yang sedang hamil tua dan ingin menemui suaminya, di dalam perjalanan ternyata tidak semudah yang di perkirakan, karena dua perampok yang mengetahui semua teman-teman nya sudah tidak bernyawa langsung mencari Marlina. Pada babak ini plot cerita sedikit mengejutkan, karena pada babak pertama yang sangat mencekam dan tensi tinggi, justru di babak ini di taruh jokes yang di jamin membuat satu bisokop tertawa dan cara sutradaranya menaruh jokes di ceritanya juga keren sekali.

Babak III

Pada babak ini Marlina melakukan pengakuan tentang apa yang terjadi pada dirinya terhadap polisi, tetapi ternyata harapan dan pertolongan yang di impikan Marlina lenyap ketika mengetahui respon dari sang aparat, jadi dia hanya sendirian dengan masalahnya yang mungkin akan membunuhnya, apakah semua orang di indonesia merasakan hal yang sama seperti Marlina ketika melapor ke aparat kepolisian? Mudah-mudahan nggak yah.

Babak IV

Di babak ini merupakan klimaks perjuangan Marlina terhadap perampok yang masih hidup dan terus mencari kepala Markus, jadi saya nggak akan ceritain, silahkan nonton langsung yah di bioskop.

Mini Review

Mulai pertama menonton saya langsung dapat merasakan suasan yang mencekam, sama seperti apa yang dirasakan oleh Marlina ketika perampok tersebut mendatangi nya, selain suasana yang mencekam, film ini juga menghadirkan plot cerita yang lucu sekali, bahkan satu bisokop yang penuh dapat tertawa kencang sekali, karena memang jokes nya lucu sekali, saya langsung mikir, gila nih sutradaranya bisa nyelipin jokes di film yang begitu mencekam dan serius. Selain segi cerita, cinematography juara sekali untuk ukuran film indonesia, mulai dari cara mengambil sudut pandang dan kemewahan alam yang berada di sumba membuat nilai tambah pada film ini, dan tidak hanya itu, musik yang digunakan juga mudah terngiang di kepala sehingga dapat meninggalkan kesan tentang begitu beratnya kejadian yang di alami Marlina, dan karakter Marlina menurut saya adalah penggambaran Wonder Woman sebenarnya di indonesia.

Bagi para penonton indonesia, jangan sampai tidak menonton Marlina The Murderer In Four Act, karena ini film indonesia yang jempolan, di jamin tidak akan menyesal, tetapi film ini untuk 17+ yah jadi bagi yang baru puber dan belum 17 tahun lebih baik tidak menonton karena ada beberapa adegan vulgar dan kekerasan.

Dikarenakan jadwal tayang nya tidak di semua bioskop, mungkin karena alasan budget untuk pemasaranya yang terbatas, bagi yang ingin menonton bisa cek terlebih dahulu bisokop mana saja yang menayangkan.

Tontonlah wahai para penonton!

Advertisements

11 thoughts on “[Movie Review] Marlina The Murderer In Four Acts

  1. Aku memang mau nonton weekend besooookkk :p. Dari awal baca review film ini, udh niat harus tonton pokoknya. Mana udh masuk cannes pasti keren, trs yg main jg fav ku si marsha :D. Gila ya itu suami istri ama si vino, pinter akting semua :D. Film dijamin keren kalo udah mereka yg jd pemerannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s