Review Serial, Strike : The Silkworm

Hayo ngacung siapa yang sedang menunggu kelanjutan serial Cormoran Strike adaptasi novel J.K Rowling ? Nah dia kembali lagi nih dengan kasus yang tidak kalah rumit dan menantang dibanding kasus sebelumnya untuk dipecahkan bertajuk Silkworm. Pada kasus kedua ini Strike dan Robin sudah semakin kompak dalam bahu-membahu mencari petunjuk dan saling berbagi tugas, dan di season ini Robin berkesempatan mulai langsung terjun terlibat untuk mengintai tersangka yang dicurigai dan mempraktikan secara langsung ilmu investigasi. Dan pada season ini konflik hati Robin yang semakin rumit terjadi ketika orang tua tunangannya meninggal dan dia dihadapkan oleh pilihan sulit antara membantu Strike untuk melakukan investigasi atau menemani tunangannya dalam pemakaman.

Kasus Silkworm bermula ketika seorang bernama Leonora Quine yang sedang mencari suaminya yang hilang dan meminta bantuan Strike untuk menemukannya, dikarenakan sang suami Owen Quaine yang merupakan novelis terkenal membuat Strike pun langsung tertarik untuk membantunya. Owen pernah mengalami sukses sebagai penulis dahulu kala dan selama bertahun-tahun ini dia mencoba untuk mengulang masa kejayaannya sampai pada naskah terakhir  berjudul Bombyx Mori yang tidak dapat di publish karena berisi dengan kejadian-kejadian yang sangat vulgar seperti pemerkosaan, kesadisan, kanibalisme, dan bahkan sang karakter utama mati di sebabkan oleh tertipu dan dimakan hidup-hidup oleh beberapa karakter lainnnya, dan paling mencengangkan adalah semua karakter yang berada di naskah tersebut merupakan metafora dari semua orang yang  dikenal oleh Owen.

Strike memulai investigasi dari kediaman Owen untuk mendapatkan naskah Bombyx Mori yang merupakan karya terakhir sebelum dia dikabarkan menghilang, dan mulai mencari kertkaitan kasus ini dengan orang-orang di lingkup kerjanya sebagai penulis. Penyidikan semakin intens ketika Strike berhasil menemukan jasad Owen dan naas tubuhnya sudah membusuk, tangan dan kaki dalam keadaan di ikat dan perutnya terbelah dan disiram dengan cairan kimia di rumah kosong dan terabaikan, kondisi mengenaskan jasad Owen sama dengan kisah yang ada di akhir cerita naskah Bombyx Mori, hal tersebut membuat Strike semakin yakin bahwa pembunuhnya merupakan orang yang sangat mengenal Owen.

Strike menfokuskan investigasi nya kepada enam orang yang karakternya di gambarkan pada naskah Bombyx Mori, istrinya Leonora Quine, kekasih gelapnya Kathyrn Kent, agen penulis yang kasar Elizabeth Tassel, alkoholik editornya Jerry Waldegrave, penerbitnya Daniel Chard, dan teman lamanya yang merupakan penulis Andrew Fancourt. Dalam penyidikan Strike menemui kejanggalan pada naskah Bombyx Mori yang menurut Jerry sang editor dibeberapa bagian penulisannya tidak konsisten seperti bukan Owen yang menulis.

Waktu semakin sempit untuk Strike mengungkap siapa pelaku di balik pembunuhan sadis tersebut karena istri Owen sudah di tetapkan polisi sebagai tersangka karena semua bukti pembunuhan mengarah ke Leonora, dan agak sulit di sanggah apabila tidak di temukan fakta-fakta lain.

Penasaran kan sama siapa pelaku nya? Hayuk di tonton series ini dan melihat sepak terjang Strike dan Robin dalam mengungkap kasus pembunuhan ini. Apabila ingin melihat review Strike kasus sebelumnya dapat cek disini.

Advertisements

2 thoughts on “Review Serial, Strike : The Silkworm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s