Pusing-Pusing Ke Malaysia

Pusing-pusing ke malaysia, itulah tagline outing divisi dikantor saya tahun ini, pusing-pusing dalam bahasa malaysia artinya jalan-jalan yah bukan sakit kepala…yup ini kali pertama saya melakukan perjalanan ke luar negri, dan kali ini saya ingin berbagi cerita mulai dari persiapan keberangkatan dan pengalaman saya selama disana, mulai dari beli kartu selular yang mahal sampai pengalaman sulit mencari makanan yang halal.

Persiapan sebelum ke luar negri tentu saja prioritas utama adalah memiliki paspor dan saya juga pernah berbagi cerita membuat paspor disini, setelah paspor kita miliki lanjut ke ongkos jajan disana, berhubung belum pernah ke malaysia, jadi saya coba mengikuti jumlah ongkos yang sama seperti teman yang berpengalaman, saya menyediakan 500 ringgit malaysia untuk biaya hidup disana, pokoknya cukup tidak cukup harus cukup hehe.

Hari Pertama,

Pertama mempijakan kaki di malaysia jaringan ponsel saya langsung tidak dapat digunakan, jadi saya mengikuti teman saya untuk membeli kartu Digi salah satu provider selular malaysia seharga 35 RM dengan bonus earphone, diboth tidak jauh dari tempat turun pesawat, dan inilah kesalahan pertama saya hehe, karena misalkan saya membeli kartu di store setelah melewati imigrasi dan masih di area bandara, harganya hanya 20 RM, sudah rugi 15 RM, misalkan saya emak-emak mungkin saya sudah tidak bisa tidur dengan nyenyak. Dari bandara menuju Easy Hotel di dekat KL Sentral(Nu Sentral) dengan menggunakan bus dengan lama perjalanan sekitar 1-1,5 jam, Easy Hotel tempatnya seperti ruko dan tidak terlalu besar, lokasinya sangat strategis karena tepat di sebrang KL Sentral yaitu pusat transit MRT, LRT, & KTM jadi misalkan mau jalan-jalan sangat mudah, walapun di Easy Hotel tempatnya kecil tetapi semuanya bersih dan bahkan setiap kamar di sediakan sajadah untuk muslim bila ingin melakukan ibadah, enak yah.

Batu Caves

Selepas beristirah sejenak di hotel, saya dan rombongan lanjut ke tempat wisata Batu Caves yang didalam gua nya terdapat tempat ibadah agama Hindu. Perjalanan ke lokasi menggunakan KTM atau semacam commuterline di jakarta dari KL Sentral, kereta disini tidak terlalu ramai. Setelah sampai dilokasi kita disajikan patung berukuran sangat besar dan menakjubkan, tetapi apabila ingin masuk ke gua nya, kita harus mengeluarkan tenaga ekstra karena harus menaiki anak tangga sebanyak 272 yang pasti bikin baju basah kuyup dan satu catatan untuk wanita apabila ingin naik ke guanya tidak boleh mengenakan celana pendek, atau bisa sewa semacam kain india seharga 2RM.

Jalan Alor

Perjalanan makan malam lanjut menuju Jalan Alor dengan menggunakan MRT ke stesen Bukit Bintang, yang konon merupakan tempat makan berbagai seafood & segala jajanan non halal, disini tempatnya sangatlah ramai, bule dari penjuru belahan dunia numplek disini, dan ada satu hal yang saya lewatkan, yaitu makan durian musang king yang katanya enak sekali, kami tidak jadi mencicipi karena harga nya mahal sekali, per buah apabila dirupiahkan kurang lebih 700 ribu 😴. Saya sempat mencicipi kebab di shawarma abboudi dekat stesen MRT bukit bintang dan rasanya enak sekali tetapi sayang tidak di beri saos cabai di dalamnya jadi kurang pedas.

Hari Kedua,

Genting Highlands

Esok harinya pagi-pagi kita berencana berangkat menuju Genting Highlands dengan menggunakan bus dari KL Sentral, dan apa yang terjadi adalah tiket bus sudah habis dari semalam, agak aneh.Terpaksa kami mencari alternatif taksi dengan tawar menawar yang alot seperti beli sayuran di pasar dan akhirnya disepakati per kepala ongkosnya 25 RM, untuk kembalinya kita harus membeli tiket bus lagi dan syukurnya tiket masih banyak yang tersedia ketika beli di loket bus di genting. Yang menarik dari genting adalah ketika ingin ke genting plazanya kita bisa menggunakan gondola dan merasakan sensasi ngeri-ngeri takjub. Di genting saya coba masuk ke Sky Casino, hanya sekedar melihat yah…catet, karena judi itu haram. Apabila anda ingin masuk casino tidak boleh membawa ransel, jaket, dan apabila wajah kita agak melayu, pasti kita di check paspornya, dan apabila nama kita ada unsur islami pasti tidak di perbolehkan masuk, karena penjagaan memang ketat untuk kaum muslim agar tidak bermain judi….karena haram, seperti yang sudah di gaungkan bang rhoma.

DSC05363.JPGDan digenting plaza saya dan rombongan makan di malaysian food street dan ternayata semuanya non halal, walaupun kita memesan nasi lemak bebek tetap saja di kios penjualnya juga menyediakan sapi buntut pendek sebagai menu utamanya, jadi saya tidak tahu pasti bagaimana pengolahan di dapurnya…jadi bismillah saja deh.

Mydin

Majid Jameek

Setelah dingin-dinginan di daerah genting kami kembali panas-panasan di daerah masjid jameek dan membeli buah tangan di supermarket mydin yang menurut bigbos harganya sudah fix dan tidak terlalu mahal dibanding tempat lain, selain itu emak-emak divisi saya kebetulan mau ngubek-ngubek pasar yang berada di sebrang masjid jameek dan entah kenapa emak-emak selalu hijau matanya apabila melihat pasar, kata mereka sih agak miring harganya, semacam pasar tradisional di jakarta.

BoatNoodle

Menjelang malam perjalanan berlanjut menuju KLCC tempatnya menara kembar petronas berada, sebelum foto-foto di menara kami semua makan di boatnoodle, disini tempatnya unik sekali semangkok hanya seharga 2RM dan isi mienya itu imut sekali jadi walaupun kita makan 10 mangkok pasti masih kelaparan, dan biasanya orang-orang selalu memposting foto ke sosmed setelah sudah menghabiskan bermangkok-mangkok dan itulah yang membuat tempat ini menjadi hits, dan bahkan sekarang sudah buka cabang di indonesia. setelah kenyang nanggung akhirnya foto-foto di menara kembar petronas yang ikonik di malaysia.

Hari Ketiga,

Dataran Merdeka

DSC05438.JPG

DSC05442

Pasar Seni

DSC05445.JPGDi hari ketiga divisi terpecah jadi dua kubu, emak-emak yang mau ngubek-ngubek petaling street karena masih belum puas dengan pasar masjid jamek, dan yang bapak-bapak pergi ke dataran merdeka yang berisi bangunan tua, lebih mirip kota tua di jakarta dan menurut saya jauh lebih bagus kota tua, setelah itu bapake semua lanjut pergi ke pusat pasar seni untuk membeli buah tangan seperti gantungan kunci, magnet kulkas atau tas khas malaysia, dan lanjut makan siang di foodcourt KLCC sebelum kembali ke hotel untuk checkout dan kembali ke negara tercinta Indonesia.

Pusing-pusing ke malaysia sudah membuka mata saya lebar-lebar, bahwa indonesia jauh tertinggal dalam hal transportasi masal (ayo dong itu MRT/LRT di jakarta kelarin buruan), tetapi untuk makanan saya tetap memilih makanan indonesia, nasi lemak malaysia masih kalah enak dibanding nasi uduk di indonesia…emang dasar lidah saya aja yang udik…hehe. Semoga bagi yang ingin pusing-pusing ke malaysia bisa mengambil hikmah dari perjalanan saya ini.

Advertisements

6 thoughts on “Pusing-Pusing Ke Malaysia

  1. Hahaha…iya pusing2 itu jalan2 ya
    ok kakak bro kalau jalan- jalan tuk pertama kalinya nggak ada mis nya nggak seru. Thanks infonya ya. Biar tahu juga ntar kalau saya ke saya jangan lupa ganti sim card dalam area hahhaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s