Review Film: Okja

Ada yang sangat suka makan daging? Coba deh nonton film Okja mungkin bisa jadi vegetarian, begitulah celoteh netizen setelah menonton Okja. Apa sih hebatnya film Okja? Sampai banyak sekali orang menyerukan pesan yang sama setelah menontonnya, tentu saya jadi penasaran dan yang membuat semakin terkejut adalah film ini hasil produksi dari Netflix jadi nontonnya ndak di bioskop, nontonya melalui Netflix. Netflix merupakan perusahaan yang menyediakan jasa video streaming dan video on demand, dan saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat dan mulai melebarkan sayapnya untuk memproduksi serial tv dan film.

Yuk lanjut ke Okja, siapa sih Okja? Okja merupakan nama panggilan yang diberikan seorang gadis muda asal Korea Selatan bernama Mija kepada binatang ternak yang dia rawat mulai dari kecil hingga besar selama kurun waktu hampir sepuluh tahun, mereka selalu bermain bersama bahkan tidur pun terkadang bersama-sama, sudah seperti sahabat yang saling mengerti satu sama lain, mereka tinggal di daerah pegunungan yang sangat asri bersama Kakeknya Mija. Okja bukan merupakan binatang ternak pada umumnya, karena Okja merupakan pigglet yang merupakan hasil dari penelitian atau bisa disebut binatang ternak mutan, karena ukuran nya jauh lebih besar dari pigglet pada umumnya. Kehidupan tenang Mija dan Okja terusik ketika perusahaan besar Mirando yang mengirimkan pigglet untuk di rawat mengadakan kontes pigglet terbaik dari seluruh pigglet yang telah di sebarkan ke 26 negara untuk di rawat sepuluh tahun lalu, dan Okja terpilih sebagai yang terbaik dan harus di terbangkan ke New York untuk di perkenalkan ke dunia untuk memuluskan tujuan Mirando. Strategi perusahaan ini digambarkan bahwa mereka ingin konsumen mengkonsumsi daging tanpa menyadari bahwa daging tersebut berasal dari binatang mutan yang tentunya tidak alami karena metabolisme pertumbuhanya yang berbeda dengan pigglet pada umumnya, Mirando memiliki tujuan agar daging yang mereka jual menjadi murah karena pigglet mutan ukurannya jauh lebih besar dan dapat memproduksi lebih banyak daging sehingga konsumen pasti membelinya.

Proses membawa Okja ke New York ternyata tidak semulus yang seperti di perkiraan, Mija berusaha keras untuk membawa kembali ke rumahnya dengan berbagai cara dan tentunya penuh resiko, selain itu Mija juga mendapatkan bantuan dari orang-orang asing yang menamakan dirinya ALF organisasi pembebasan binatang. Petualangan berlanjut dari Korea Selatan sampai di New York, dan cerita semakin memuncak ketika pembebasan yang sudah di rencanakan mengalami kegagalan dan Okja berhasil di tangkap dan segera di masukan ke tempat produksi daging milik Mirando, dan yang membuat Mija terkejut bahwa masih banyak Okja-Okja yang lain yang nasibnya lebih buruk dan sangat menyedihkan karena tidak lama lagi akan di eksekusi dan akan menjadi daging olahan. Apakah Mija akan berhasil membawa kembali Okja ke rumahnya? yuk nonton di jamin seru.

Film ini memiliki banyak pesan moral seperti persahabatan, kemanusiaan, dan tentu saja kesetiaan yang tidak bisa di nilai dengan harta berapa pun.

Jadi apakah kalian akan menjadi vegetarian setelah nonton film ini? Kalo saya sih, jadi sedikit mengurangi makan daging, bukan karena efek film tetapi karena lagi pengiritan hehe.

Advertisements

3 thoughts on “Review Film: Okja

  1. Menarik nih kayaknya.. 🙂 .. Aku sendiri utk stop makan daging kynya ga mungkin.. Tp setidaknya aku ga bakal mau memakan hewan yg sbnrnya cendrung k hewan peliharaan seperti anjing, kucing, kelinci 😦 .. Kan banyK tuh yaa bbrp daerah ato negara, memasak hewan2 seperti itu.. Ga tegalah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s