Self Service, Mengedukasi Orang Indonesia Untuk Mandiri

 

Ada yang sudah berusaha menerapkan self service di kehidupan sehari-hari? Kalau saya sih masih banyak banget yang belum saya lakukan, bahkan kemeja untuk kerja saja terkadang saya di bantu oleh istri untuk mengambilkan dan memilih, dan tentunya masih banyak kegiatan lainnya yang saya lakukan jauh dari self service .

Ada yang sudah ngeh nggak bahwa sekarang orang indonesia sedang di edukasi untuk self service, karena zaman semakin berkembang dan teknologi semakin canggih, tentunya membutuhkan orang-orang yang siap untuk mandiri apabila indonesia tidak teredukasi untuk self service, saya rasa negri ini akan tertinggal jauh dari negara tetangga. Saya merasa di beberapa merchant ritel atau fasilitas umum yang saya jumpai sudah banyak yang mulai menerapkan self service untuk pelayanannya, berikut beberapa pengalaman saya di kehidupan sehari-hari.

Vending Machine Commuterline, pasti bagi pengguna KRL commuterline sudah pada terbiasa melakukan top up saldo di mesin besar merah yang berada di setiap stasiun besar atau bagi yang ingin melakukan sekali perjalanan dapat melakukan transaksi dengan memasukkan stasiun tujuan dan memasukan uang yang dibutuhkan untuk biaya perjalanan tersebut. Sedikit demi sedikit PT KAI berusaha mengurangin antrian di loket dan tentu saja berusaha mengedukasi orang indonesia untuk mandiri.

Gerbang Tol Otomatis (GTO) , pasti sudah banyak di antara kita yang sudah mencoba melalui GTO untuk melakukan pembayaran tol, karena sosialisasi terkait GTO sudah lama di lakukan oleh pemerintah agar mengurangi antrian loket tol dan tentu saja untuk mengurangi macet karena tidak perlu lagi menunggu kembalian dari penjaga loket dan informasi terakhir yang saya dengar pemerintah berencana menerapkan GTO untuk semua pembayaran loket tol efektif oktober 2017, apakah kita sudah siap? Mau tidak mau harus siap, toh ini untuk kemajuan negri ini juga.

IKEA, sudah pernah belanja disini? Di sini pengunjug melakukan segalanya sendiri, mulai dari memilih barang yang mau di beli dan mengambilnya sendiri di gudang apabila kita sudah selesai melakukan pembayaran, dan bahkan sesampainya di rumah kita harus merakit sendiri barang yang kita beli, mandiri banget yah. Bahkan apabila kita makan di restonya kita mengambil tray sendiri dan memilih makanannya lalu setelah makan kita diharuskan merapihkan tray kita kembali ke tempat yang sudah di sediakan, sehingga pelanggan yang lain langsung dapat menggunakan meja nya, walaupun disini terkesan pelanggan bukan raja yang harus di layani dan di agung-agungkan, nyatanya IKEA selalu ramai dengan pengunjung.

Pom Bensin Pertamina, pengalaman ini baru saya rasakan akhir-akhir ini ketika mengisi bensin di daerah serpong, dan ternyata pom bensin tersebut menerapkan self service, walaupun sedikit linglung tetapi tetap ada pelayan yang akan memandu pelanggan melakukan pengisian bahan bakar ke kendaraannya, pikiran saya langsung melayang ke adegan film-film hollywood ketika melakukan pengisian bahan bakar di pom bensin…wah norak yah saya hahaha.

Untuk saat ini di indonesia terkadang ketika kita melatih diri untuk menerapkan self service ditempat umum, masih ada saja segelintir orang yang nyinyir, contohnya ketika kita makan entah di fastfood, dan kita mencoba merapihkan tray makanan kita setelah selesai makan, masih saja sering terdengar “nagapain sih bersihin traynya kan ada pelayannya”, ini nih contoh nyata bahwa masih banyak orang indonesia yang belum teredukasi dan masih jauh dari mandiri, yang punya cerita sendiri tentang self service boleh komeng yah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s